Jumat, 19 Februari 2016

untuk mu yang tengah mendiamkan ku...

tak tau mengapa ketika ku mulai membaca tulisan ini ..ku teringat dengan dongen yang ku buat selama ini yang sepertinya harus aku selesaikan..

dear diary..
Mengenalmu, aku menemukan kesempurnaan dalam dirimu yang buatku nyaman. tak terasa, ratusan hari kulalui dengan indah, tanpa seharipun terlewati untuk sekedar bertanya "apa kabar?" taukah kamu, aku serasa sedang bermimpi bisa mengenalmu, pria sempurna yang mengenapkan segala kekuranganku. bersamamu berbagi canda, tawa, diskusi banyak hal.. kamu selayak dosen semua mata kuliah untukku..

meski beberapa orang terdekat mengatakan hubungan ini layaknya mission imposible karena banyaknya perbedaan, juga jarak yang membentang. namun aku begitu yakin padamu. ikatan batin kita begitu kuat hingga banyak perbedaan bisa kita satukan...
 apakah ini pertanda kita jodoh? aku nyaman bersamamu,bahkan dalam ketidak jelasan hubungan ini. apakah kita terjebak dalam friendzone atau sebenarnya memendam prasaan?
entahlah sampai saat inipun aku tak bisa mendefinisikan hubungan ini. yang pasti ada rasa sayang meski tak berkata, rasa cemburu meski tak terucap, bahagia, curiga, selayaknya pasangan kekasih. yang berbeda adalah tak pernah ada kata-kata jadian keluar dari mulut kita. semua mengalir begitu saja.
kadang ingin kutanyakan prasaanmu sesungguhnya. namun aku takut semua berubah. rasa takut kehilangan apa yang telah susah payah kubangun bersamamu. meski aku sadar, pohon waktu semakin tinggi.bukan saatnya lagi diam dalam hubungan yang ber abu-abu. namun sekali lagi, aku takut menanyakan ini padamu. aku membiarkan semua pertanyaan dalam benakku menguap begitu saja. aku mengikuti setiap irama yang kau ciptakan dalam hubungan ini. jujur kamu sosok yang kaku dimata wanita. kau bahkan ceritakan kepadaku, dirimu bukan sosok romantis seperti dalam novel yang sering kita baca. bukan cowok yang setiap saat menanyakan sedang apa?, dimana? atau buru buru menelpon saat kangen. kamu cenderung diam dan cuek. namun aku selalu berusaha memahamimu. selama kita bisa berkomunikasi dengan baik, segala perbedaan, jarak nyaris tak terasa. aku paham caramu membalas pesan kadang lama, paham betapa cueknya kamu,. aku bisa menjadi sosok yang kamu percaya untuk berbagi saja aku bahagia.

namun semunya berubah ketika entah untuk alasan apa tiba tiba kamu mendiamkanku. tak sekalipun kamu balas chatku, telfon, bahkan email. dulu pernah kamu bersikap seperti ini namun pada akhirnya kamu membalas pesanku dan berkata "kamu lulus ujian dariku"
namun entah kenapa kali ini berbeda. kau terlalu lama diam.jika dulu kau anggap aku bisa melewati fase-fase yang kau anggap  ujian bagiku apakah kali ini aku sanggpu?apakah ini sebuah ujian lagi?
aku berusaha semampuku tuk memendam semua kecurigaan padamu. aku berusaha seolah tak terjadi apapun. aku tetap menyapamu. menyanyakan kabarmu..tak sedikitpun berkurang perhatianku padamu.. apa salah ku?
sampai kapan kau menghukumku? seandaninya jarak hanya sejengkal mungkin aku sudah ada didepanmu, mencoba membicarakan semua ini..lama aku berfikir hingga nyaris berada di ujing kesabaranku. baiklah..jika berbagai usahaku tak juga menggerakkan hatimu, berearti aku memang harus pasarah.sambil memohon jalan terbaik bagiku, bagimu, bagi kita. ada satu status teman yang membuat ku tersentak
" cinta itu diperlukan usaha dari kedua belah pihak. jika hanya kamu yang berusaha, berarti dia tidak mencintaimu"

untukmu yang tengah mendiamkanku, jika memang ini sinyalmu untuk menjauhiku, baiklah,,tak perlu menjauh dariku, aku tau cara berjalan mundur. dan seandainya ini ujian darimu tuk meyakinkan dirimu tentangku, sampai kapan ujian ini berakhir? apakah setelah ini aku bisa naik kelas dari status abu-abu ini menjadi milikmu seutuhnya...hanya tuhan yang tau..

diary tulisan ini sungguh menggetarkan hati..sama dengan kenytaan yang pernah aku, kamu atau kita jalani..
dan sungguh menginspirasi..akhirnya aku juga harus menghancurkan dogeng yang ku buat .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar