Kamis, 10 Desember 2015

Kepiluanku..



ketika sang raja kegelapan yang ku sebut malam datang …maka terbesit sebuah kegundahan yang menerpa akan cinta yang tak pernah berujung pada jalan nya..
ku tak mengerti mengapa butiran bening itu tak tertahan melihat sebuah harapan yang tersimpan dalam asa kini pergi diluar kuasa ..terasa nyata semua impian cinta fatamorgana menjadi begitu realita dalam kehidupan yang hanya sementara…
tak kuasa ku bendung setiap kali hati bertanya siapa gerangan yang bertahta dalam hati yang selalu terluka..
kurasa begitu lelah kala langkah yang kulalui harus terhenti diatas kertas yang berlumuran darah…ya hati yang sejatinya merah kini terasa tak tentu arah ..
tuhan ku yang berkuasa hanya engkau tempat ku berserah atas hati yang seakan terkesan serakah….
ku tau engkau mengerti perihnya hati yang selalu menanti..ku tau engkau peduli atas hati yang selalu menjadi pilu dengan segala  kegundahan yang terukir dengan tinta abu-abu..
sungguh terkadang bahwa kita tidak mampu mengendali sebuah hati walaupun selalu kita kunci..sebuah gumpalan kecil diantara banyak gumpalan dalam sebuah sistem kehidupan..dialah yang menjadi primadona dalam kehidupan manusia..
ya ilahi rabbi jagalah gumpalan kecil itu dan segala jiwa rapuhku atas segala urusan duniawi ku…
diatas samudra airmata kuselipkan harapan dan doa dengan segala kekuatan yang tersisa atas sebuah penantian yang tak bernah bertepian hingga akhirnya sang pemilik jagat raya berkata “ya” dengan segala rajutan cinta dan kasihnya…
tak sabar ku menanti cerahnya mentari menggantikan raja kegelapan sehingga dia pun berlalu membawa segala kepiluanku…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar